Suara Aneh di Mesin Penjawab Telepon "Joker"
Sebelum mengarahkan senjatanya secara ngawur ke para penonton Film Batman "The Dark Khight Rises" di Bioskop Century 16, Aurora, Colorado, tersangka James Holmes berniat bergabung menjadi anggota sebuah lapangan tembak.
Namun, permintaannya itu ditolak mentah-mentah. Salah satu penyebabnya, operator lapangan tembak merasa terganggu dengan pesan aneh yang ada di mesin penjawab telepon milik Holmes.
"Itu sangat aneh," kata Glenn Rotkovich, pengelola Lead Valley Range di Byers, Colorado kepada CNN. "Aku tak tahu pesan jenis apa yang ditinggalkan idiot itu."
Dia menambahkan, pihaknya punya prosedur untuk mengecek kepribadian seseorang, sebelum membolehkannya masuk lapangan tembak dan berlatih.
Rotkovich menambahkan, Holmes mengirimkan aplikasi pada 25 Juni 2012. Ia kemudian menelepon nomor telepon yang dituliskan dalam formulir, dan mendapatkan pesan yang sebagian besar isinya tak bisa dimengerti. "Suara itu parau, aneh, mungkin yang bicara dalam kondisi mabuk," kata dia.
Rotkovich mengaku mencoba menelepon Holmes tiga kali, semua tanpa respon. Holmes tak menelepon balik maupun datang ke lapangan tembak. Operator belakangan menyadari "orang aneh" yang pernah berniat ikut bergabung adalah tersangka penembakan brutal di Aurora.
Holmes (24), mahasiswa doktoral ilmu syaraf dibekuk di luar Bioskop Century 16, Jumat dini hari. Foto dan penjelasan orang-orang yang pernah mengenalnya menggambarkan pemuda pendiam itu sebagai sosok berambut hitam, pendiam, dan pintar. Kontras dengan pria yang mengecat merah rambutnya dan mengaku "Joker" yang ditangkap polisi.
Holmes adalah lulusan University of California, Riverside dengan gelar sarjana pada 2010. "Soal prestasi akademik, ia berada di puncak," kata staf pengajar, Timothy P White.
Situs seks
Tak seperti pemuda lain di usianya, nama Holmes tidak ada dalam sosial media manapun. Ia tak punya akun di Facebook, Twitter, Tumblr, apapun. Namun belakangan, aparat hukum menginvestigasi kemungkinan ia mengunggah profilnya dalam situs seks, Adult Friend Finder.
Profil dalam situs itu memuat foto seorang pria dengan rambut merah. Profil itu juga mengungkap pembuatnya adalah pria berusia 24 tahun dari Aurora. Sumber di kepolisian mengungkapkan, itu diduga foto Holmes.
Namun, saat dikonfirmasi, juru bicara Adult Friend Finder, Lindsay Trivento mengatakan, mereka menjaga rahasia para anggotanya dan menolak mengonfirmasi identitas siapapun. Situs itu menegaskan, hanya akan buka suara jika diminta keterangan oleh kepolisian.
Profil di situs dewasa bertolak belakang dengan kabar bahwa Holmes bekerja sambilan selama musim panas bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus pada tahun 2008.
Para tetangganya pun setengah tak percaya, pemuda pendiam itu tega membantai orang. Jackie Mitchell, yang tinggal di dekatnya sempat minum bir bersama Selasa lalu. "Anda tak akan menebaknya sebagai orang yang suka kekerasan," kata dia, mendeskripsikan Holmes sebagai pemuda kutu buku. (umi)